Langit semakin kelabu.
Angin berhembus sangat kencang.
Ku temui dingin yang membekukan lalu tersibak bulatan rembulan yang tersimpul kedinginan.
Berada diantara riuh sibakan dedaunan yang tertiup angin malam,
Terselip suara rintih yang terbuih.
Rintihan di dalam jiwa yang merindukan akan cinta, ya cintamu yang lalu.
Cintamu yang menghangatkan juga menyejukkan lentera jiwa ini.
Sementara pejaman mata dan bayangmu tak bisa menghangatkan dari kejauhan.
Semoga yang kurasakan hanya sekadar rasa rindu, bukan rasa candu yang ingin menjadikanmu sebagai milikku lagi.
Dimana kah kamu kini? Kenapa kini kamu seperti bersembunyi? Kenapa kamu mesti membodohi perasaan?
Pertanyaan itu selalu hadir, saat rindu mulai tiba.
Sabtu, 28 September 2013
Selamat Sore Masa Lalu
Selamat Sore Masa Lalu, apa kabar mu?
Apa kabar dengan cerita kita, apakah masih mempunyai rasa walaupun hanya untuk sekedar mengenang?
Apa kabar dengan janji mu. Apakah masih ada celah untuk selalu mengingat dan melanjutkan perahu ini, kisah ini?
Sudah terlalu lama perahu ini berhenti.
Perahu ini sudah rindu akan angin laut
Perahu ini sudah rindu akan indahnya ikan-ikan,
Perahu ini sudah rindu akan karang
Perahu ini sudah rindu akan deru ombak
Perahu ini sudah rindu akan berlayar yang di nahkodai oleh kita berdua
Dimana kamu kini berada?
Kenapa kamu menjauhiku?
Apakah kamu telah mempunyai pelabuhan baru?
Apakah kamu tidak merindukan kisah kita?
Apakah kamu tidak merindukan tulisan indah kita?
Ku harap, kamu tidak begitu, karena aku tahu, sejauh jauhnya kamu pergi pasti kamu mengetahui pelabuhan mana yg akan kamu datangi, ya tentu saja pelabuhan cinta kita.
Selamat Sore Masa Lalu,
Aku rasa kisah nanti akan lebih manis dari kopi yang kita minum,
Kita bangun bersama kisah ini bukan cuma aku sendiri atau kamu sendiri, ini kisah kita
Seperti katamu, kita itu seperti sumpit, bila salah satu dari kita hilang maka kita tak ada gunanya lagi.
Aku rindu senyummu yg selalu mewarnai hari-hariku.
Aku rindu motivasi yg membangkitkan semangatku ketika aku dilanda kegelapan.
Ya, aku rindu semua tentangmu.
Ayo cepat pulang, Aku rasa sekarang saatnya untuk kita melanjutkan kapal ini.
Untukmu.
Dari hati yg dahulu sangat kamu rindukan.
Apa kabar dengan cerita kita, apakah masih mempunyai rasa walaupun hanya untuk sekedar mengenang?
Apa kabar dengan janji mu. Apakah masih ada celah untuk selalu mengingat dan melanjutkan perahu ini, kisah ini?
Sudah terlalu lama perahu ini berhenti.
Perahu ini sudah rindu akan angin laut
Perahu ini sudah rindu akan indahnya ikan-ikan,
Perahu ini sudah rindu akan karang
Perahu ini sudah rindu akan deru ombak
Perahu ini sudah rindu akan berlayar yang di nahkodai oleh kita berdua
Dimana kamu kini berada?
Kenapa kamu menjauhiku?
Apakah kamu telah mempunyai pelabuhan baru?
Apakah kamu tidak merindukan kisah kita?
Apakah kamu tidak merindukan tulisan indah kita?
Ku harap, kamu tidak begitu, karena aku tahu, sejauh jauhnya kamu pergi pasti kamu mengetahui pelabuhan mana yg akan kamu datangi, ya tentu saja pelabuhan cinta kita.
Selamat Sore Masa Lalu,
Aku rasa kisah nanti akan lebih manis dari kopi yang kita minum,
Kita bangun bersama kisah ini bukan cuma aku sendiri atau kamu sendiri, ini kisah kita
Seperti katamu, kita itu seperti sumpit, bila salah satu dari kita hilang maka kita tak ada gunanya lagi.
Aku rindu senyummu yg selalu mewarnai hari-hariku.
Aku rindu motivasi yg membangkitkan semangatku ketika aku dilanda kegelapan.
Ya, aku rindu semua tentangmu.
Ayo cepat pulang, Aku rasa sekarang saatnya untuk kita melanjutkan kapal ini.
Untukmu.
Dari hati yg dahulu sangat kamu rindukan.
Langganan:
Postingan (Atom)