BANGKITKAN LAGI SEMANGAT PERSATUAN DIBALIK KEBHINEKAAN YANG ADA!
Miris, saat melihat ahok ditetapkan menjadi tersangka dugaan kasus penistaan agama. Walaupun indikasi penetapan status hukum ini hanya untuk meredam konstalasi politik yang sedang goyang. Namun, pandangan saya hal tersebut (penetapan status hukum) jelas merupakan suatu alat politik untuk menjatuhkan perjuangan ahok untuk kembali menyalonkan menjadi DKI1.
Tentu, dibalik demonstrasi yang melibatkan ribuan bahkan ratusan ribu massa ADA saja kepentingan suatu kelompok. Cara penilaian apakah demonstrasi yang melibatkan ribuan bahkan ratusan ribu massa ialah demonstrasi yang di setting oleh suatu kelompok tertentu ialah dengan menanyakan tuntutan dan issue yang digagas kepada massa aksi. Apabila dari sample massa aksi yang ditanya mengetahui tuntutan dan issue dari demonstrasi yang dilakukan, maka jelas demonstrasi tersebut ialah murni demonstrasi yang benar-benar lahir dari keresahan bersama. Jikalau massa aksi tidak mengetahui, maka dipastikan demonstrasi tersebut ialah demonstrasi dengan massa "hore dan huru hara".
Negeri ini dibentuk oleh berbagai keberagaman. Bukan dibentuk oleh hanya suatu golongan tertentu. Sudah seharusnya dibalik keberagaman, segala perbedaan dijunjung tinggi. Maka dari itu, di bentuklah ideologi PANCASILA untuk Menyatukan semua keberagaman tersebut. Jangan lagi ada perpecahan karena suatu Perbedaan.
Dalam kasus ahok ini, semoga penetapan status hukum ahok dilaksanakan secara bijaksana, sesuai prosedur yang diatur dan adil. Karena, kasus ini ialah kasus yang sangat seksi yang sedang banyak diperbincangkan masyarakat. Maka dari itu, kasus ini mesti dipantau dan dilaksanakan seadil-adilnya. Agar perpecahan didalam masyarakat tak terjadi.
Negeri ini mayoritas beragama islam, agama islam mengajarkan kita untuk menjaga kerukunan dan perdamaian dunia. Janganlah kau menggunakan agamamu untuk kepentingan pribadi, seperti contohnya mengatasnamakan agama untuk menjatuhkan oranglain. Maka dari itu, saya pribadi lebih sepakat agama hanyalah urusan pribadi dengan tuhannya
Dari kasus ini, ada makna yang dapat dijadikan pelajaran oleh para politikus "minoritas" agar tak berbicara tentang hal-hal "intim" seperti kepercayaan yang dianut.
Kaum minoritas semestinya menghargai kaum mayoritas begitu juga kaum mayoritas sudah seharusnya merangkul dan percaya akan kaum minoritas ketika ia ingin memimpin suatu kota dengan pertimbangan kinerja yang baik. Karena negara ini ialah negara yang BERASASKAN PANCASILA bukan berasaskan ideologi lainnya.
Mari kembali kita meresapi nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi yang kita anut dan kita sepakati menjadi pandangan, acuan dan landasan dalam bernegara agar segala Kebhinekaan yang ada dapat berjalan secara simultan untuk memajukan bangsa.
Pisahkan kepercayaan masing-masing dari kepentingan negara, biarkan kepercayaan yang dianut menjadi urusan pribadi dengan tuhannya.
Hiduplah Indonesia Raya!
#Pancasila #Pluralitas #BhinekaTunggalIka
Kamis, 17 November 2016
Minggu, 16 Oktober 2016
Untuk Menjadi Renungan
Telah lama kita diajarkan leluhur kita tentang sebuah filosofi
bermasyarakat yakni "makan gak makan asal kumpul". Namun filosofi
tersebut perlahan telah kita musnahkan sendiri dan secara tak sadar
digantikan dengan semangat rakus untuk menguasai pangan, pendidikan dan
kesehatan sebagai komoditas layanan yang hanya diberikan kepada mereka
yang mempunyai uang..
Sebagai manusia, sudah semestinya kita menangis pilu melihat kawan-kawan kita setanah air sulit untuk mencari penghidupan yg layak, menyaksikan manusia sanggup memenjarakan manusia lain hanya karena berbeda pendapat tentang CARA PANDANG bagaimana hidup yang baik.
Sebagai manusia, sudah semestinya kita menangis pilu melihat kawan-kawan kita setanah air sulit untuk mencari penghidupan yg layak, menyaksikan manusia sanggup memenjarakan manusia lain hanya karena berbeda pendapat tentang CARA PANDANG bagaimana hidup yang baik.
Kita sama-sama menyaksikan dengan getir, apa yang telah kita sepakati
bersama untuk menghormati hak dasar manusia, lalu kita ikatan diri kita
pada perjanjian PBB, untuk berjanji sebagai bangsa yang menghormati hak
asasi anak-anak kita sendiri, Kita berjanji untuk melakukan penghapusan
atas segala bentuk penindasan dan diskriminasi terhadap kawan-kawan kita
yg berbeda ras, warna kulit dan sebagainya dan hak asasi perempuan.
Namun kita terpaksa menghianati sendiri perjanjian itu dengan
meratifikasi perjanjian lain, yakni konvensi WTO yang dibuat oleh mereka
yang ingin memuaskan nafsu serakah akumulasi kapital secara global.
Kita tak habis pikir, mengapa kita sampai hati nurani kita bisa membiarkan mereka 'merampok' warisan Tuhan berupa hak asasi dasar manusia seperti air, pendidikan, udara, dan layanan dasar lainnya yang direbut oleh para kaum kapitalis melalui perjanjian yang dipaksakan.
Hal ini yang harus dijadikan renungan, mengapa masih banyak masyarakat kita yang miskin. Karena sebenarnya masyarakat kita telah dimiskinkan oleh perjanjian itu secara tak langsung.
Kemanakah tujuan ideologi yang sama-sama kita anut? Kesejahteraan dan keadilan sudah bukan milik semua orang. Namun, hanya dimiliki oleh segelintir tuan-tuan yg memiliki segenggam uang.
Sudah sepatutnya kita sebagai penerus agar mengembalikan arah bangsa kearah yang semestinya, yakni sesuai amanat UUD NRI1945. Bangsa yang mewujudkan ekonomi kerakyatan, bangsa yang berdaulat secara politik dan bangsa yang memiliki moral yang anggun.
Kita tak habis pikir, mengapa kita sampai hati nurani kita bisa membiarkan mereka 'merampok' warisan Tuhan berupa hak asasi dasar manusia seperti air, pendidikan, udara, dan layanan dasar lainnya yang direbut oleh para kaum kapitalis melalui perjanjian yang dipaksakan.
Hal ini yang harus dijadikan renungan, mengapa masih banyak masyarakat kita yang miskin. Karena sebenarnya masyarakat kita telah dimiskinkan oleh perjanjian itu secara tak langsung.
Kemanakah tujuan ideologi yang sama-sama kita anut? Kesejahteraan dan keadilan sudah bukan milik semua orang. Namun, hanya dimiliki oleh segelintir tuan-tuan yg memiliki segenggam uang.
Sudah sepatutnya kita sebagai penerus agar mengembalikan arah bangsa kearah yang semestinya, yakni sesuai amanat UUD NRI1945. Bangsa yang mewujudkan ekonomi kerakyatan, bangsa yang berdaulat secara politik dan bangsa yang memiliki moral yang anggun.
HENTIKAN BUDAYA LIBERAL, KEMBALIKAN GOTONG ROYONG!
Sejatinya kita telah diperbudak oleh sistem kaum pemodal. Otak kita
telah dicuci agar fokus untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Kepekaan
sosial perlahan luntur karena cape untuk memenuhi kebutuhan pribadi.
Sebagai pekerja kita dibenturkan dengan beban pekerjaan yg banyak tiap harinya dan jam kerja yg lama. Sebagai kaum intelektual, kita dibenturkan dengan sistem sks dan banyaknya agenda kegiatan kampus. Sebagai lulusan pendidikan, kita dibenturkan dengan lowongan pekerjaan yg sedikit sehingga kita mesti hantam sana-sini demi mencari penghidupan.
Sekali lagi, kita telah diperbudak oleh sistem busuk kaum pemodal. Agar rakyat yg mampu sibuk membeli brand baru produk kaum pemodal untuk memperbaiki penampilannya hingga melupakan saudara setanah air yg merintih kelaparan, melupakan saudara sebangsa yg diinjak harga dirinya, melupakan lingkungan sekitarnya.
Sejatinya sikaya harus membantu simiskin, karena itu adalah dinamika kehidupan.
Kita selalu berambisi untuk membeli brand baru produk kaum pemodal, agar dinilai trendy, agar dinilai gaul, agar dinilai mapan. Namun ambisi itu hilang ketika kita melihat saudara setanah air kita harus menjual harga dirinya demi sesuap nasi, ambisi itu hilang ketika melihat saudara sebangsa kita kelaparan, ambisi untuk membantu tentunya, ya karena kita telah diperbudak oleh strategi busuk yg disusun oleh kaum pemodal.
Rupanya kita telah lupa, bahwa bangsa ini dibangun bersama-sama, menumpahkan darah bersama-sama untuk melawan segala bentuk penindasan, dan dengan visi luhur yg disusun bersama-sama. Dari kaum bangsawan-hingga kaum yg tak memiliki kekayaan apa-apa.
Rupanya kita telah lupa, bahwa tujuan bangsa kita adalah memanusiakan-manusia, bahwa tujuan bangsa kita adalah anti penindasan dan anti penghisapan. Ya karena otak kita telah dicuci oleh sistem busuk yg disusun kaum pemodal.
Sudah semestinya untuk kita sama-sama mengingat lagi cita-cita luhur bangsa ini, untuk kita sama-sama mengingat lagi kultural yg dahulu sudah dipegang teguh; sama rata-sama rasa, gotong-royong untuk kemakmuran semua rakyat, sopan santun dan bangsa yg berbudaya.
Sepertinya kita telah mempunyai pondasi kuat untuk menghapus segala bentuk penindasan, yaa ideologi negara kita, pancasila. Mari sama-sama kita bangun kembali ideologi negara yg mungkin telah kita lupakan pengimplementasiannya dalam kehidupan sehari-hari. Agar cita-cita luhur bangsa yg termaktub dalam pembukaan uud nkri tahun 1945 dan yg termaktub dalam sila ke-5 ideologi negara dapat terwujud.
Jayalah Indonesiaku!
Sebagai pekerja kita dibenturkan dengan beban pekerjaan yg banyak tiap harinya dan jam kerja yg lama. Sebagai kaum intelektual, kita dibenturkan dengan sistem sks dan banyaknya agenda kegiatan kampus. Sebagai lulusan pendidikan, kita dibenturkan dengan lowongan pekerjaan yg sedikit sehingga kita mesti hantam sana-sini demi mencari penghidupan.
Sekali lagi, kita telah diperbudak oleh sistem busuk kaum pemodal. Agar rakyat yg mampu sibuk membeli brand baru produk kaum pemodal untuk memperbaiki penampilannya hingga melupakan saudara setanah air yg merintih kelaparan, melupakan saudara sebangsa yg diinjak harga dirinya, melupakan lingkungan sekitarnya.
Sejatinya sikaya harus membantu simiskin, karena itu adalah dinamika kehidupan.
Kita selalu berambisi untuk membeli brand baru produk kaum pemodal, agar dinilai trendy, agar dinilai gaul, agar dinilai mapan. Namun ambisi itu hilang ketika kita melihat saudara setanah air kita harus menjual harga dirinya demi sesuap nasi, ambisi itu hilang ketika melihat saudara sebangsa kita kelaparan, ambisi untuk membantu tentunya, ya karena kita telah diperbudak oleh strategi busuk yg disusun oleh kaum pemodal.
Rupanya kita telah lupa, bahwa bangsa ini dibangun bersama-sama, menumpahkan darah bersama-sama untuk melawan segala bentuk penindasan, dan dengan visi luhur yg disusun bersama-sama. Dari kaum bangsawan-hingga kaum yg tak memiliki kekayaan apa-apa.
Rupanya kita telah lupa, bahwa tujuan bangsa kita adalah memanusiakan-manusia, bahwa tujuan bangsa kita adalah anti penindasan dan anti penghisapan. Ya karena otak kita telah dicuci oleh sistem busuk yg disusun kaum pemodal.
Sudah semestinya untuk kita sama-sama mengingat lagi cita-cita luhur bangsa ini, untuk kita sama-sama mengingat lagi kultural yg dahulu sudah dipegang teguh; sama rata-sama rasa, gotong-royong untuk kemakmuran semua rakyat, sopan santun dan bangsa yg berbudaya.
Sepertinya kita telah mempunyai pondasi kuat untuk menghapus segala bentuk penindasan, yaa ideologi negara kita, pancasila. Mari sama-sama kita bangun kembali ideologi negara yg mungkin telah kita lupakan pengimplementasiannya dalam kehidupan sehari-hari. Agar cita-cita luhur bangsa yg termaktub dalam pembukaan uud nkri tahun 1945 dan yg termaktub dalam sila ke-5 ideologi negara dapat terwujud.
Jayalah Indonesiaku!
Rabu, 04 Mei 2016
Saatnya bangun persatuan
Hegomoni yang terjadi selama peringatan hari buruh dan peringatan hari pendidikan kemarin mewarnai setiap headline berita, baik berita televisi ataupun berita elektronik.
Berbagai macam bentuk protes yang dilakukan masyarakat demi memperjuangkan hak yang seharusnya didapat pun dilakukan.
Dari aksi turun kejalan, aksi mogok kuliah, dan berbagai macam bentuk protes lainnya. Semua ini dilakukan untuk meraih kemenangan yang didamba.
Di zaman yang memasuki era globalisasi, dimana perkembangan teknologi semakin pesat, masih saja banyak terjadi tindakan-tindakan perampasan hak seperti yang terjadi pada zaman perbudakan. Rakyat hanya diberikan makan dari hasil kerja yang ia lakukan.
Ya, pada zaman sekarang memang secara tak langsung kembali pada zaman perbudakan,
1) dimana masyarakat hanya diberikan upah yang hanya cukup untuk makan, sementara tenaga yang ia harus keluarkan tak sebanding dengan upah yang ia dapatkan.
2) Tak semua masyarakat mampu mengeyam pendidikan yang layak, hal itu dikarenakan pendidikan indonesia sudah dimasuki oleh kaum-kaum yang tak bertanggung jawab, dimana untuk dapat berpendidikan harus mengeluarkan biaya yang cukup besar, hal ini membuat masyarakat kelas bawah tak mampu untuk membayar uang pendidikan yang ditetapkan oleh setiap sekolah atau perguruan tinggi. Padahal pemerintah sudah menyediakan anggaran khusus untuk biaya bantuan operasional kepada sekolah dan perguruan tinggi, akan tetapi masih saja banyak sekolah-sekolah atau perguruan-perguruan tinggi yang masih "memalak" kepada siswa atau mahasiswa dengan iming-iming ingin memperbaiki infrastruktur sekolah atau kampus. Ya, bila pendidikan indonesia telah dimasuki oleh kepentingan-kepentingan pemodal, sekolah atau kampus tidak memikirkan masyarakat kelas bawah, mereka hanya memikirkan bagaimana caranya agar sekolah atau perguruan tingginya mendapatkan akreditasi yang besar, tanpa diimbangi dengan mutu pendidikan yang baik, yang mampu menciptakan sumber daya manusia yang baik pula.
Alhasil dikeluarkannyalah biaya pendidikan seperti uang pangkal dan atau ukt yang mencekik leher masyarakat kelas bawah. Yang membuat tidak semua masyarakat Indonesia bisa mengenyam pendidikan yang layak. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya siswa smp, sma dan perguruan tinggi bahkan sd yang harus putus sekolah.
Maka dari itu gelombang-gelombang perlawanan masih lantang disuarakan untuk melawan segala bentuk penindasan yang dilakukan pemerintah terhadap rakyat secara tidak langsung.
Semoga gelombang-gelombang perlawanan tidak berhenti hanya pada peringatan hari buruh atau peringatan hari pendidikan saja, akan tetapi kita harus bangun persatuan yang lebih kuat disetiap saat dan disetiap waktu. Agar kemenangan masyarakat yang kita dambakan cepat terjadi.
Bila Indonesia masih saja disetir oleh kepentingan-kepentingan pemodal, mau sampai kapan bangsa ini tertindas?
Selama masih ada penindasan yang dilakukan pemerintah, selama itu pula gelombang-gelombang perlawanan akan tetap hadir!
Bila hati kalian tergetar mendengar atau melihat segala penindasan, kalian adalah temanku.
Salam perjuangan!
Salam revolusi!
Berbagai macam bentuk protes yang dilakukan masyarakat demi memperjuangkan hak yang seharusnya didapat pun dilakukan.
Dari aksi turun kejalan, aksi mogok kuliah, dan berbagai macam bentuk protes lainnya. Semua ini dilakukan untuk meraih kemenangan yang didamba.
Di zaman yang memasuki era globalisasi, dimana perkembangan teknologi semakin pesat, masih saja banyak terjadi tindakan-tindakan perampasan hak seperti yang terjadi pada zaman perbudakan. Rakyat hanya diberikan makan dari hasil kerja yang ia lakukan.
Ya, pada zaman sekarang memang secara tak langsung kembali pada zaman perbudakan,
1) dimana masyarakat hanya diberikan upah yang hanya cukup untuk makan, sementara tenaga yang ia harus keluarkan tak sebanding dengan upah yang ia dapatkan.
2) Tak semua masyarakat mampu mengeyam pendidikan yang layak, hal itu dikarenakan pendidikan indonesia sudah dimasuki oleh kaum-kaum yang tak bertanggung jawab, dimana untuk dapat berpendidikan harus mengeluarkan biaya yang cukup besar, hal ini membuat masyarakat kelas bawah tak mampu untuk membayar uang pendidikan yang ditetapkan oleh setiap sekolah atau perguruan tinggi. Padahal pemerintah sudah menyediakan anggaran khusus untuk biaya bantuan operasional kepada sekolah dan perguruan tinggi, akan tetapi masih saja banyak sekolah-sekolah atau perguruan-perguruan tinggi yang masih "memalak" kepada siswa atau mahasiswa dengan iming-iming ingin memperbaiki infrastruktur sekolah atau kampus. Ya, bila pendidikan indonesia telah dimasuki oleh kepentingan-kepentingan pemodal, sekolah atau kampus tidak memikirkan masyarakat kelas bawah, mereka hanya memikirkan bagaimana caranya agar sekolah atau perguruan tingginya mendapatkan akreditasi yang besar, tanpa diimbangi dengan mutu pendidikan yang baik, yang mampu menciptakan sumber daya manusia yang baik pula.
Alhasil dikeluarkannyalah biaya pendidikan seperti uang pangkal dan atau ukt yang mencekik leher masyarakat kelas bawah. Yang membuat tidak semua masyarakat Indonesia bisa mengenyam pendidikan yang layak. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya siswa smp, sma dan perguruan tinggi bahkan sd yang harus putus sekolah.
Maka dari itu gelombang-gelombang perlawanan masih lantang disuarakan untuk melawan segala bentuk penindasan yang dilakukan pemerintah terhadap rakyat secara tidak langsung.
Semoga gelombang-gelombang perlawanan tidak berhenti hanya pada peringatan hari buruh atau peringatan hari pendidikan saja, akan tetapi kita harus bangun persatuan yang lebih kuat disetiap saat dan disetiap waktu. Agar kemenangan masyarakat yang kita dambakan cepat terjadi.
Bila Indonesia masih saja disetir oleh kepentingan-kepentingan pemodal, mau sampai kapan bangsa ini tertindas?
Selama masih ada penindasan yang dilakukan pemerintah, selama itu pula gelombang-gelombang perlawanan akan tetap hadir!
Bila hati kalian tergetar mendengar atau melihat segala penindasan, kalian adalah temanku.
Salam perjuangan!
Salam revolusi!
Selasa, 26 April 2016
Rasa itu hadir sejak tatapan pertama
Mungkin omongan banyak orang bener, cinta datang membuat suasana hati jadi berbeda. Dari awalnya, gak enak mau ngapa-ngapain jadi semangat (agak lebay sih hehehe) tapi, ini yang sekarang gue rasain.
Kisah ini berawal dari tatapan pertama kala gue bertemu si dia di stadion. Ya, perempuan tangguh yang rela berdiri dan bersorak lantang untuk tim yang sama-sama kita banggakan. Sejak tatapan pertama itu, gue mulai penasaran untuk mengenal perempuan tangguh itu lebih jauh.
Hari ke hari gue lewatin, akhirnya gue bisa nemuin kontak perempuan tangguh yang udah bikin gue merasa penasaran.
Gue bersyukur karena si dia sangat welcome sama gue, dia mau berbagi cerita-cerita kesehariannya sama gue (walaupun baru kenal).
Dari cerita-cerita dia gue bisa simpul kalo si dia penyayang binatang, dalam hati gue berkata "gila di jaman sekarang masih ada ya perempuan yang sangat mencintai binatang". Padahal, perempuan-perempuan jaman sekarang yang gue tau lebih suka sama brand-brand terbaru dan hang out. Tapi dia beda dengan perempuan pada umumnya.
Hati kecil gue ngomong lagi sama diri gue "mungkin ini perempuan yang selama ini lo cari, perempuan yang mau berjuang, perempuan yang mencintai sesama dan perempuan yang gak manja". Iya, dia memang perempuan yang gak manja, karena sehari-hari dia harus tinggal sama kakaknya dirumah karena orangtuanya yang harus bekerja diluar kota. Semoga aja, dia memang perempuan yang seperti gue simpulin dari cerita-cerita yang dia ceritain ke gue.
Tapi, selama gue melihat pertama kali si dia, gue belum pernah ngobrol langsung dan melihat senyumnya buat gue. Karena, kita harus terbatas dengan jarak.
Gue pengen rasa penasaran gue ini terbayarkan dengan hal yang membuat hati gue ngerasa seneng.
Gue pengen hari-hari gue diwarnai dengan indah senyumnya.
Gue pengen kalo dia adalah tulang rusuk gue yang selama ini gue cari.
Semoga do'a gue dan do'a dia sama, yaitu gue dan dia bisa sama-sama berjuang menorehkan kisah indah dalam hidup ini.
Kisah ini berawal dari tatapan pertama kala gue bertemu si dia di stadion. Ya, perempuan tangguh yang rela berdiri dan bersorak lantang untuk tim yang sama-sama kita banggakan. Sejak tatapan pertama itu, gue mulai penasaran untuk mengenal perempuan tangguh itu lebih jauh.
Hari ke hari gue lewatin, akhirnya gue bisa nemuin kontak perempuan tangguh yang udah bikin gue merasa penasaran.
Gue bersyukur karena si dia sangat welcome sama gue, dia mau berbagi cerita-cerita kesehariannya sama gue (walaupun baru kenal).
Dari cerita-cerita dia gue bisa simpul kalo si dia penyayang binatang, dalam hati gue berkata "gila di jaman sekarang masih ada ya perempuan yang sangat mencintai binatang". Padahal, perempuan-perempuan jaman sekarang yang gue tau lebih suka sama brand-brand terbaru dan hang out. Tapi dia beda dengan perempuan pada umumnya.
Hati kecil gue ngomong lagi sama diri gue "mungkin ini perempuan yang selama ini lo cari, perempuan yang mau berjuang, perempuan yang mencintai sesama dan perempuan yang gak manja". Iya, dia memang perempuan yang gak manja, karena sehari-hari dia harus tinggal sama kakaknya dirumah karena orangtuanya yang harus bekerja diluar kota. Semoga aja, dia memang perempuan yang seperti gue simpulin dari cerita-cerita yang dia ceritain ke gue.
Tapi, selama gue melihat pertama kali si dia, gue belum pernah ngobrol langsung dan melihat senyumnya buat gue. Karena, kita harus terbatas dengan jarak.
Gue pengen rasa penasaran gue ini terbayarkan dengan hal yang membuat hati gue ngerasa seneng.
Gue pengen hari-hari gue diwarnai dengan indah senyumnya.
Gue pengen kalo dia adalah tulang rusuk gue yang selama ini gue cari.
Semoga do'a gue dan do'a dia sama, yaitu gue dan dia bisa sama-sama berjuang menorehkan kisah indah dalam hidup ini.
Ayo bersatu untuk sepakbola Indonesia yg lebih baik
Udah lama blog gue berdebu, tak terjemah oleh kata-kata :D Sekarang gue pengen nulis tentang hal yg udah lama gue pendem. Semoga tulisan gue ini bisa diresapi maknanya oleh para pembaca.
Sepakbola. Olahraga yg paling digandrungi oleh manusia dari belahan dunia manapun. Berbicara tentang sepakbola, tentu tak terlepas dari pembicaraan pendukung yg rela mengorbankan apa saja demi melihat dan mendukung timnya langsung distadion.
Tapi, kadangkala cara mendukung tim kebanggaannya yg dilakukan supporter sepakbola tidak tepat dengan substansi pokok permainan sepakbola yaitu sportivitas.
Pertikaian antar supporter kerap kali mewarnai headline media. Yang lagi-lagi gue sampaikan hal ini sangat melenceng dari substansi pokok permainan sepakbola yakni sportivitas.
Sportivitas dalam dunia sepakbola harus selalu dijunjung tinggi oleh seluruh elemen yg terlibat dalam persepakbolaan, termasuk para supporter tim.
Maka dari itu, gue harap pertikaian yg selama ini masih terjadi antar supporter sepakbola, haruslah dikikis dan pelan-pelan lakukan upaya untuk tak lagi melanggengkan pertikaian yg kerap kali terjadi.
Supporter sepakbola indonesia sudah dipandang sebagai supporter yg militan, kreatif dan mempunyai cara tersendiri untuk mendukung tim kebanggaannya oleh dunia.
Alangkah lebih baiknya jika kefanatikan saat mendukung tim dibarengi dengan semangat sportivitas di setiap pertandingan. Agar, dunia juga memandang supporter indonesia sebagai teladan yg baik dalam dunia sepakbola.
Gue rasa masih banyak orang yang ingin menonton langsung pertandingan sepakbola distadion, namun karena ada ketakutan tersendiri akan bayang-bayang kerusuhan yg kerap kali terjadi menjadi pertimbangan utama untuk mengurungkan niatan tersebut.
Bila pertikaian sudah pelan-pelan terkikis dalam lingkup supporter indonesia, gue rasa tiap pertandingan sepakbola di indonesia akan berjalan menarik. Sorotan publik tak hanya terfokus pada pemain yg berlaga, namun terfokus juga pada aksi yg dilakukan supporter. Karena, 2supporter dapat beradu kreativitas dalam tribun kebersamaan.
Semoga hal ini bukan hanya mimpi dari para pecinta sepakbola, namun bisa terealisasi suatu hari nanti.
Terakhir, untuk semua supporter indonesia mari bersatu untuk persepakbolaan indonesia yang lebih baik!
Pertikaian antar supporter kerap kali mewarnai headline media. Yang lagi-lagi gue sampaikan hal ini sangat melenceng dari substansi pokok permainan sepakbola yakni sportivitas.
Sportivitas dalam dunia sepakbola harus selalu dijunjung tinggi oleh seluruh elemen yg terlibat dalam persepakbolaan, termasuk para supporter tim.
Maka dari itu, gue harap pertikaian yg selama ini masih terjadi antar supporter sepakbola, haruslah dikikis dan pelan-pelan lakukan upaya untuk tak lagi melanggengkan pertikaian yg kerap kali terjadi.
Supporter sepakbola indonesia sudah dipandang sebagai supporter yg militan, kreatif dan mempunyai cara tersendiri untuk mendukung tim kebanggaannya oleh dunia.
Alangkah lebih baiknya jika kefanatikan saat mendukung tim dibarengi dengan semangat sportivitas di setiap pertandingan. Agar, dunia juga memandang supporter indonesia sebagai teladan yg baik dalam dunia sepakbola.
Gue rasa masih banyak orang yang ingin menonton langsung pertandingan sepakbola distadion, namun karena ada ketakutan tersendiri akan bayang-bayang kerusuhan yg kerap kali terjadi menjadi pertimbangan utama untuk mengurungkan niatan tersebut.
Bila pertikaian sudah pelan-pelan terkikis dalam lingkup supporter indonesia, gue rasa tiap pertandingan sepakbola di indonesia akan berjalan menarik. Sorotan publik tak hanya terfokus pada pemain yg berlaga, namun terfokus juga pada aksi yg dilakukan supporter. Karena, 2supporter dapat beradu kreativitas dalam tribun kebersamaan.
Semoga hal ini bukan hanya mimpi dari para pecinta sepakbola, namun bisa terealisasi suatu hari nanti.
Terakhir, untuk semua supporter indonesia mari bersatu untuk persepakbolaan indonesia yang lebih baik!
Langganan:
Postingan (Atom)