Sejatinya kita telah diperbudak oleh sistem kaum pemodal. Otak kita
telah dicuci agar fokus untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Kepekaan
sosial perlahan luntur karena cape untuk memenuhi kebutuhan pribadi.
Sebagai pekerja kita dibenturkan dengan beban pekerjaan yg banyak tiap
harinya dan jam kerja yg lama. Sebagai kaum intelektual, kita
dibenturkan dengan sistem sks dan banyaknya agenda kegiatan kampus.
Sebagai lulusan pendidikan, kita dibenturkan dengan lowongan pekerjaan
yg sedikit sehingga kita mesti hantam
sana-sini demi mencari penghidupan.
Sekali lagi, kita telah diperbudak
oleh sistem busuk kaum pemodal. Agar rakyat yg mampu sibuk membeli brand
baru produk kaum pemodal untuk memperbaiki penampilannya hingga
melupakan saudara setanah air yg merintih kelaparan, melupakan saudara
sebangsa yg diinjak harga dirinya, melupakan lingkungan sekitarnya.
Sejatinya sikaya harus membantu simiskin, karena itu adalah dinamika kehidupan.
Kita selalu berambisi untuk membeli brand baru produk kaum pemodal,
agar dinilai trendy, agar dinilai gaul, agar dinilai mapan. Namun ambisi
itu hilang ketika kita melihat saudara setanah air kita harus menjual
harga dirinya demi sesuap nasi, ambisi itu hilang ketika melihat saudara
sebangsa kita kelaparan, ambisi untuk membantu tentunya, ya karena
kita telah diperbudak oleh strategi busuk yg disusun oleh kaum pemodal.
Rupanya kita telah lupa, bahwa bangsa ini dibangun bersama-sama,
menumpahkan darah bersama-sama untuk melawan segala bentuk penindasan,
dan dengan visi luhur yg disusun bersama-sama. Dari kaum
bangsawan-hingga kaum yg tak memiliki kekayaan apa-apa.
Rupanya
kita telah lupa, bahwa tujuan bangsa kita adalah memanusiakan-manusia,
bahwa tujuan bangsa kita adalah anti penindasan dan anti penghisapan. Ya
karena otak kita telah dicuci oleh sistem busuk yg disusun kaum
pemodal.
Sudah semestinya untuk kita sama-sama mengingat lagi
cita-cita luhur bangsa ini, untuk kita sama-sama mengingat lagi kultural
yg dahulu sudah dipegang teguh; sama rata-sama rasa, gotong-royong
untuk kemakmuran semua rakyat, sopan santun dan bangsa yg berbudaya.
Sepertinya kita telah mempunyai pondasi kuat untuk menghapus segala
bentuk penindasan, yaa ideologi negara kita, pancasila. Mari sama-sama
kita bangun kembali ideologi negara yg mungkin telah kita lupakan
pengimplementasiannya dalam kehidupan sehari-hari. Agar cita-cita luhur
bangsa yg termaktub dalam pembukaan uud nkri tahun 1945 dan yg termaktub
dalam sila ke-5 ideologi negara dapat terwujud.
Jayalah Indonesiaku!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar