Langit semakin kelabu.
Angin berhembus sangat kencang.
Ku temui dingin yang membekukan lalu tersibak bulatan rembulan yang tersimpul kedinginan.
Berada diantara riuh sibakan dedaunan yang tertiup angin malam,
Terselip suara rintih yang terbuih.
Rintihan di dalam jiwa yang merindukan akan cinta, ya cintamu yang lalu.
Cintamu yang menghangatkan juga menyejukkan lentera jiwa ini.
Sementara pejaman mata dan bayangmu tak bisa menghangatkan dari kejauhan.
Semoga yang kurasakan hanya sekadar rasa rindu, bukan rasa candu yang ingin menjadikanmu sebagai milikku lagi.
Dimana kah kamu kini? Kenapa kini kamu seperti bersembunyi? Kenapa kamu mesti membodohi perasaan?
Pertanyaan itu selalu hadir, saat rindu mulai tiba.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar