Rabu, 04 Mei 2016

Saatnya bangun persatuan

     Hegomoni yang terjadi selama peringatan hari buruh dan peringatan hari pendidikan kemarin mewarnai setiap headline berita, baik berita televisi ataupun berita elektronik.
Berbagai macam bentuk protes yang dilakukan masyarakat demi memperjuangkan hak yang seharusnya didapat pun dilakukan.
Dari aksi turun kejalan, aksi mogok kuliah, dan berbagai macam bentuk protes lainnya. Semua ini dilakukan untuk meraih kemenangan yang didamba.

   Di zaman yang memasuki era globalisasi, dimana perkembangan teknologi semakin pesat, masih saja banyak terjadi tindakan-tindakan perampasan hak seperti yang terjadi pada zaman perbudakan. Rakyat hanya diberikan makan dari hasil kerja yang ia lakukan.
Ya, pada zaman sekarang memang secara tak langsung kembali pada zaman perbudakan,
 1) dimana masyarakat hanya diberikan upah yang hanya cukup untuk makan, sementara tenaga yang ia harus keluarkan tak sebanding dengan upah yang ia dapatkan.
2) Tak semua masyarakat mampu mengeyam pendidikan yang layak, hal itu dikarenakan pendidikan indonesia sudah dimasuki oleh kaum-kaum yang tak bertanggung jawab, dimana untuk dapat berpendidikan harus mengeluarkan biaya yang cukup besar, hal ini membuat masyarakat kelas bawah tak mampu untuk membayar uang pendidikan yang ditetapkan oleh setiap sekolah atau perguruan tinggi. Padahal pemerintah sudah menyediakan anggaran khusus untuk biaya bantuan operasional kepada sekolah dan perguruan tinggi, akan tetapi masih saja banyak sekolah-sekolah atau perguruan-perguruan tinggi yang masih "memalak" kepada siswa atau mahasiswa dengan iming-iming ingin memperbaiki infrastruktur sekolah atau kampus. Ya, bila pendidikan indonesia telah dimasuki oleh kepentingan-kepentingan pemodal, sekolah atau kampus tidak memikirkan masyarakat kelas bawah, mereka hanya memikirkan bagaimana caranya agar sekolah atau perguruan tingginya mendapatkan akreditasi yang besar, tanpa diimbangi dengan mutu pendidikan yang baik, yang mampu menciptakan sumber daya manusia yang baik pula.
Alhasil dikeluarkannyalah biaya pendidikan seperti uang pangkal dan atau ukt yang mencekik leher masyarakat kelas bawah. Yang membuat tidak semua masyarakat Indonesia bisa mengenyam pendidikan yang layak. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya siswa smp, sma dan perguruan tinggi  bahkan sd yang harus putus sekolah.
Maka dari itu gelombang-gelombang perlawanan masih lantang disuarakan untuk melawan segala bentuk penindasan yang dilakukan pemerintah terhadap rakyat secara tidak langsung.
Semoga gelombang-gelombang perlawanan tidak berhenti hanya pada peringatan hari buruh atau peringatan hari pendidikan saja, akan tetapi kita harus bangun persatuan yang lebih kuat disetiap saat dan disetiap waktu. Agar kemenangan masyarakat yang kita dambakan cepat terjadi.
Bila Indonesia masih saja disetir oleh kepentingan-kepentingan pemodal, mau sampai kapan bangsa ini tertindas?
Selama masih ada penindasan yang dilakukan pemerintah, selama itu pula gelombang-gelombang perlawanan akan tetap hadir!


Bila hati kalian tergetar mendengar atau melihat segala penindasan, kalian adalah temanku.
Salam perjuangan!
Salam revolusi!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar